Penyambutan

Jumat, 09 Mei 2014

Tokoh Politik Lama Kritik Pemerintah

Kamis, 06 Juni 2013 | 18:07

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pengantar saat rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta.

Jakarta - Para tokoh yang dulu aktif menjadi pengurus dan aktivis Partai Demokrasi Indonesia (PDI) periode 1986-1997 unjuk gigi dengan berkumpul demi mengkritisi jalannya pemerintahan di era reformasi.

Sebab mereka menilai pemerintah saat ini mengalami penyimpangan dari cita-cita Proklamasi 17 Agustus dan Pancasila 1 Juni 1945.

“Kita berkumpul karena keprihatinan mencermati perkembangan bangsa ini, Pancasila sudah tercabik-cabik,” kata mantan Wakil Sekjen DPP PDI sekaligus ketua panitia acara itu, Dimmy Haryanto, di Jakarta, Kamis (6/6).

Tokoh-tokoh PDI yang hadir itu seperti Fatimah Achmad, Panangian Siregar, Markus Wauran, Haryanto Taslam, Edwin Henawan Soekawati, Clara Sitompul, Untung Sutomo, Sjafei Ali Gumay, Alex Asmasoebrata, Audi IZ Tambunan, Narwan Hadi, Ratna Purnami, Parlin Sitorus, dan Patmono Sk. Tokoh PDI dari Aceh, Sumater Utara, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Selatan juga ikut hadir.

Uniknya, dalam acara itu, juga hadir politisi senior Partai Golkar, Siswono Yudhohusodo, yang menyampaikan orasi. Menurut Siswono, bangsa Indonesia sedang mengalami kemerosotan luar biasa dalam berbagai bidang.

Sementara Edwin Henawan Soekawati menyatakan pihaknya merasa prihatin karena rezim baru selalu gagal melakukan perbaikan rezim sebelumnya.

Misalnya, lahirnya rezim Orde Baru pada 1966 koreksi total pelaksanaan pemerintahan Orde Lama yang dipimpin Presiden Soekarno. Tujuannya melaksanakan Pancasila secara murni dan konsekuen, namun faktanya keadaan bukan semakin membaik.

Lahirnya reformasi tahun 1998 pun merupakan koreksi pelaksanaan pembangunan yang dijalankan penguasa Orde Baru.

"Kenyataannya juga tidak jauh berbeda. Bahkan lebih parah, karena di masa ini UUD 1945 diamandemen sampai 4 kali. Terjadi degradasi pada nilai-nilai Pancasila, yang seharusnya bisa menjadi ideologi mayoritas,” tegas Edwin.

Keadaan yang dialami bangsa sekarang ini menurut dia tidak ubahnya seperti penjajah VOC masuk ke Indonesia di masa lalu.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho/YUD
Sumber: beritasatu.com